Subhanallah! Bidadari Dari Syurga Buat Saidina Umar

Subhanallah! Bidadari Dari Syurga Buat Saidina Umar  | Siapa yang tidak kenal dengan perwatakan Khalifah Umar Al-Khattab yang begitu tegas terhadap kepimpinannya. Nabi Muhammad SAW pernah menceritakan tentang seorang bidadari di syurga. Bidadari tersebut telah diciptakan Allah SWT khas buat Saidina Umar r.a. Kita juga tertanya-tanya bagaimanakah wajah bidadari di syurga nanti. Semua itu hanya Allah SWT sahaja yang mengetahuinya. Apa yang kita perlu lakukan adalah sentiasa beribadah dengan ikhlas kepada Allah SWT.

Umar r.a. adalah salah satu dari sahabat Rasulullah SAW. Semenjak ia memeluk islam kaum muslimin seakan memperoleh suatu kekuatan yang sangat besar. Sejak itulah mereka berani solat dan tawaf di kaabah secara terang-terangan. Umar r.a. adalah seorang yang warak, ia sangat teliti dalam mengamalkan Islam. Umar r.a. mempelajari surah Al-Baqoroh selama 10 tahun, ia kemudian melapor kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah SAW apakah kehidupanku telah mencerminkan surah Al-Baqoroh, apabila belum maka aku tidak akan melanjutkan ke surah berikutnya”.

Rasulullah SAW menjawab, “Sudah…”!. Umar r.a. mengamalkan agama sesuai dengan kehendak Allah SWT. Karena kesungguhannya inilah maka banyak ayat di Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT berdasarkan kehendak yang ada pada hatinya, seperti mengenai pengharaman arak, Baca lebih lanjut

Iklan

Menanti pengakuan bagi sang perancang Garuda Pancasila

“Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda”.

Paragraf diatas merupakan isi dari Pasal 46 Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Ada 12 pasal di dalam bab khusus tentang Lambang Negara di UU itu. Namun, tak satupun yang mencantumkan mengenai siapa perancang dari lambang yang wajib digunakan di berbagai tempat, lembar negara, uang, dokumen resmi, hingga materai, sebagai wujud adanya negara Indonesia. Kalau dipasang di ruangan, posisinya berada lebih tinggi di tengah antara potret Presiden dan Wakil Presiden RI.

Dibandingkan dengan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, secara jelas dicantumkan nama Wage Rudolf Supratman sebagai penggubahnya. Hal itu tercantum di Pasal 58 ayat (1) dari UU yang sama.

Nama Sultan Hamid II, atau lengkapnya Sultan Syarif Hamid Al-Qadrie, tak akan pernah lepas dari sejarah lambang negara Indonesia. Penelitian ilmiah menunjukkan Sultan ketujuh dari Kesultanan Pontianak itu, sebagai Baca lebih lanjut

Mudik malam hari lebih nyaman

Puluhan ribu pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Merak Banten terus mengalir di Pelabuhan Bakauheni Lampung pada Sabtu (3/8) malam hingga Minggu dini hari.

Arus mudik Lebaran 2013 ini bukan hanya didominasi penumpang berkendaraan, terutama mobil dan sepeda motor, tapi juga pemudik pejalan kaki dengan barang bawaan mereka yang beraneka macam.

Penampilan sebagian pemudik ini juga layaknya ingin menunjukkan kesuksesannya, seperti berpakain bagus, menenteng tas jinjing, memakai telepon selular kelas cerdas (smartphone) dan membawa aneka barang bawaan berharga lainnya.

Sedangkan, pemudik berkendaraan roda dua dan empat umumnya menggunakan sepeda motor atau mobil yang baru, meskipun banyak pula yang tetap menggunakan sepeda motor atau mobil lama.

Imbauan dari pihak berwenang agar melakukan mudik pada siang hari serta iming-iming potongan harga tiket perjalanan siang itu, ternyata belum mampu menggugah minat sebagian pemudik berkendaraan ini agar mereka memilih menyeberang perairan Selat Sunda pada siang hari.

Sejumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi saat ditemui di salah satu tempat peristirahatan di kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jainsum) di Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu (3/8) malam menyebutkan, mereka memilih perjalanan mudik di malam hari untuk menghindari kemacetan selama perjalanan.

Salah satu warga Jakarta, Siregar, yang hendak mudik ke Padangsidempuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mengemukakan bahwa memilih menyeberang dari Merak ke Bakauheni pada malam hari untuk menghindari penumpukan kendaraan di pelabuhan itu.

“Saya dapat kabar barusan bahwa di Pelabuhan Merak sekarang terjadi penumpukan kendaraan dan penumpang. Untung kami sudah berangkat lebih awal, meskipun harus menyeberang pada malam hari,” katanya.

Ia menyebutkan, pada Lebaran ini mudik bersama enam orang anggota keluarganya, termasuk anaknya yang masih berusia di bawah lima tahun (balita).

Jika perjalanan lancar, ia memperkirakan akan tiba di tempat tujuannya pada Selasa (6/8) nanti.

Pemudik lainnya yang menggunakan mobil pribadi, Baca lebih lanjut