Iran berencana bangun jaringan Internet mandiri

Sebagai salah satu bentuk protes Negara Islam Iran atas penayangan video yang menistakan Nabi Muhammad di Youtube dan Google, negeri itu pun berencana untuk membangun jaringan Internet mandiri.

Rencana pembangunan jaringan domestik itu diumumkan pejabat Iran lewat siaran televisi, Minggu malam, selain menyebutkan rencana negeri itu untuk segera memblokir mesin pencari Google dan layanan surat elektroniknya (e-mail).

Seperti dilaporkan oleh Al Jazeera, Selasa, sistem Internet domestik Iran akan mulai beroperasi pada Maret tahun depan namun tidak ada kejelasan apakah Internet global secara otomatis akan lenyap dari Iran.

Dikutip dari data International Telecommunications Unions (ITU), Internet hanya diakses oleh sekitar 21 persen populasi Iran. Ini membuat Iran berada di posisi 111 dunia dalam hal akses terhadap Internet, di bawah negara berkembang lainnya seperti Tuvalu dan Jordan.

Adzan tidak pernah berhenti berkumandang di bumi ini

Bissmillahirrohmaanirrohiim

Ketahuilah bahwa setiap saat, bilal di seluruh dunia akan mengumandangkan adzan, mengakui ‘Bahwa Allah Semata Yang Patut Disembah,dan Nabi Muhammad Adalah Rasul Allah.

Jika di mulai dari Indonesia, maka proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.

Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.

Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.

Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.

Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.

Subhanallah.

 

sumber:DuniaKeajaibanIslam

‘Kun’ Aguero, mengeluarkan sebuah penilaian yang cukup sinis untuk persepakbolaan Inggris

Striker Argentina yang merumput bersama Manchester City, Sergio ‘Kun’ Aguero, mengeluarkan sebuah penilaian yang cukup sinis untuk persepakbolaan Inggris. Menantu Diego Maradona tersebut menilai pemain asing di Liga Inggris lebih sering dirugikan wasit daripada pemain asli Inggris.

Serigo Aguero datang ke Liga Primer Inggris untuk b

erseragam Manchester City setelah Atletico Madrid bersedia melepasnya di tahun 2011.

Setelah melewati semusim di Inggris, striker Argentina itu memiliki penilaian tersendiri soal keterpihakan wasit terhadap para pemain asli Inggris.

“Saya berusaha untuk tidak terlibat dengan masalah yang melibatkan wasit.” tutur Aguero seperti dilansir Sky Sports.

“Ada sedikit keistimewaan dengan pemain yang berasal dari negara ini (Inggris) tapi itu adalah hal yang normal.”

“Kami hanya bisa memainkan permainan kami dan tugas wasit adalah untuk mengetahui siapa yang menipu dia dan siapa yang tidak.”

“Di sini, di Inggris, ada pemain asing yang jumlahnya hampir sebanyak pemain Inggris dan itu bukanlah hal yang benar jika beberapa pemain memiliki keistimewaan, sementara yang lain tidak.