sungai makan jalan raya pd. panjang kambang

Ruas jalan di kampuang padang panjang II nagari kambang utara kec. lengayang mengancam keselamatan pengendara yang lewat, seperti pada gambar tsb. ruas jalan yg sgt memperihatinkan ini sudah dari 6 bulan lalu tapi tanda2 perbaikan belum juga datang, baik dari pemerintah atau lainnya.

dari hari ke hari ruas jalan semakin di makan sungai, sehingga ruas jalan semakin mengecil, dan sangat mempengaruhi keselamatan pengendara yang lewat.

kepada warga yang lewat harap berhati2 dan jaga keselamatan. peran pemerintah di tunggu lho. hhhhhhhhhhwhhwhwhhweeehehee

161 Jiwa Penduduk Terancam Tsunami di Pessel

mbauan waspada yang disampaikan pemerintah daerah kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan antisipasi bencana saja tidak cukup. Jika tidak tidak diiringi dengan pembangunan sarana evakuasi.

Hal ini cukup beralasan, sebab kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) memang berada disepanjang garis pantai dari utara kota Padang hingga selatan batas kabupaten Muko Muko Provinsi Bengkulu sepanjang 243 kilometer. Pada garis pantai ini, masyarakat yang terancam keselamatanya mendekati sepertiga dari jumlah penduduk, atau 161 ribu jiwa dari 429 total jumlah penduduk yang ada.

Berdasarkan kajian dan analisa yang dilakukan Pemerintah daerah, ternyata dari 12 kecamatan yang ada di Pessel, sebanyak 10 kecamatan keselamatan warganya terancam. Sepuluh kecamatan itu adalah Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Pancung Soal dan Lunang Silaut.

Sedangkan diantara dua kecamatan itu, yang paling aman adalah Bayang Utara karena tidak berada di pasisir pantai, sedangkan kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, walau juga memiliki pantai, tapi tidak ada yang dijadikan sebagai pemukiman oleh warganya.

Saat ini, kecemasan warga terhadap ancaman gempa yang disertai tsunami itu sudah menjadi pembicaraan hangat disetiap kampung, terutama bagi warga pinggir pantai. Sebab sosialisasi dan imbauan waspada ini sudah disampaikan pemerintah berdasarkan kajian yang dilakukan para ahli di laut Mentawai yang berhadapan langsung dengan pesisir laut daerah itu.

“Dari 10 kecamatan yang terancam itu, yang paling merasakan dampak besar adalah kecamatan Lengayang, sebab kecamatan ini berada pada dataran yang luas dan tidak memiliki ketinggian yang bisa dijadikan tempat evakuasi atau pengungsian bila ancaman gempa yang diserta tsunami terjadi. Dikecamatan ini terdapat 10 kampung padat penduduk yang berada persis di bibir pantai dari 27 kampung yang ada. Diantaranya, Kapung Pasar Gompong, Pasar Miskin, Pasar Baru, Padang Marapalam, Karang Labuang, Pacuan, Pasar Lakitan, Lubuk Bagaluang, Koto Raya dan Palakek,” ungkap Al firdaus, tokoh masyarakat Lengayang

Pesan Singkat Gempa 8,9 SR Beredar di Pessel

Ancaman terjadi gempa berkekuatan 8,9 SR melalui pesan singkat telepon seluler marak beredar di Painan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Hal ini membuat warga setempat, dilanda rasa cemas.

Eman (30) warga Painan mengatakan, sejak dua hari terakir warga di sini dilanda rasa cemas. Pasalnya, warga menerima pesan singkat melalui telepon seluler ancaman akan terjadi gempa 8,9 SR dalam waktu dekat.

Hal serupa juga disebutkan, Aldo (25) warga Batang Kapas. Sejak hampir tiga hari belakangan warga yang berada di pinggir pantai telah berkemas-kemas untuk melakukan pengungsian jika gempa yang diprediksi itu terjadi.

Sementara itu, Ketua Satlak Pessel Edityawarman mengatakan, warga dihimbau untuk tidak percaya atas isu-isu yang menyesatkan melalui telepon seluler. []

Pariaman Butuh 350 PNS Baru

Pemerintah Kota Pariaman, membutuhkan tambahan sebanyak 350 PNS baru. Pegawai baru ini perlu untuk lebih mengoptimalkan pembangun an di kota pemekaran dari Kabupaten Padang Pariaman itu.
“Pada awal Pariaman dimekarkan menjadi kota, PNS yang ada berjumlah 2.000 orang, tahun 2010 menjadi 3.200 orang lagi, tapi kebutuhan riil kini 3.500 PNS lagi,” kata Walikota Pariaman Much lis Rahman di Pariaman, Jumat (13/8).
Ia menyebutkan, kebutuhan riil sebanyak 350 PNS lagi terkait kota itu merupakan daerah pemekaran. Kini sejumlah jabatan dan lowongan pekerjaan banyak yang belum diisi.
Dampaknya, banyak pegawai yang ditempatkan tidak sesuai dengan bidang keahliannya.
“Tapi, Pemko Pariaman tidak mau ‘membuang’ waktu dan segera membuat sejumlah
kebijakan antara lain ‘pacta integritas’ yakni mewajibkan pegawai untuk tinggal atau menetap di Kota Pariaman,” katanya.
Menurut dia, bagi pegawai daerah lain yang berminat ke Pariaman maka mereka akan diberikan fasilitas.
Karena itu, Pemkot Pariaman sudah mengajukan kebutuhan riil tambahan pegawai tersebut ke Pemerintah.
Rincian kebutuhan pegawai untuk Kota Pariaman adalah tenaga pendidik mulai dari guru tingkat SD, SMP dan SMA selain itu tenaga kesehatan dan tenaga teknis.
“Kota Pariaman membutuhkan lebih banyak lagi tenaga teknis khususnya guna mendukung kelancaran program rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan perkantoran dan rumah penduduk yang rusak diguncang gempa berkekuatan 7,9 SR pada 30 September 2009,” katanya pada Antara.

Irwan-Muslim Dilantik di Garase

Besok, (Minggu, 15/8) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar terpilih Irwan Prayitno dan Muslim Kasim dilantik Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi atas nama Presiden. Pelantikan dilaksanakan dalam rapat paripurna istimewa DPRD.
“Pelantikan gubernur dan wakil gubernur secara teknis sudah siap,” kata Ketua DPRD Yultekhnil, Jumat (13/8).
“Pelantikan kali ini agak istimewa,” kata Wakil Ketua DPRD, Trinda Farhan Satria. Pelantikan berlangsung di garase gedung DPRD.
Hal itu karena aula utama gedung wakil rakyat itu mengalami kerusakan parah pascagempa tahun lalu.
Garase yang terletak di bagian belakang gedung DPRD menurut Farhan memang sudah disulap sebagai aula utama. “Seperti yang sudah-sudah, kita manfaatkan apa yang ada. Rapat paripurna istimewa akan berlangsung di garase,” ujar Farhan.
Untuk menyambut tamu yang dipastikan membludak, tenda besar sudah disiapkan di depan garase hingga halaman samping gedung dewan.
Berdasarkan data protokoler, pelantikan gubernur dan wakil gubernur periode 2010-2015 akan dihadiri ribuan undangan.
Tamu VIP mencapai 60 ditambah VVIP 180. Undangan biasa mencapai 1.500. Tamu istimewa itu di antaranya kolega gubernur dan wakil gubernur terpilih, termasuk dari Malaysia. Ada enam menteri yang menyatakan kedatangan, demikian pun ada 30-an anggota DPR-RI akan hadir.
Rapat paripurna istimewa akan dipimpin Ketua DPRD Yultekhnil. Sesuai jadwal, paripurna istimewa itu dimulai pukul 09.00 WIB.
Sibuk
Menjelang pelantikan, kesibukkan di DPRD, meningkat dari hari biasanya, terutama di area sayap kanan dan belakang gedung bercat putih itu.
Sejumlah petugas cleaning service sibuk membersihkan meja di garase mobil yang pascagempa menjadi ruang sidang utama. Meja itu untuk 55 orang (kini 54 orang) anggota DPRD.
Di luar ruang sidang, beberapa pria sibuk merapikan tabia (kain) pelaminan yang sudah dipasang di dinding. Sementara yang lainnya masih sibuk membenahi hiasan pada tenda-tenda yang terpasang persis di belakang parkiran kendaraan pimpinan dewan di sayap kanan gedung.
Garase dan pelataran parkir itu kini terlihat indah dengan kain pelaminan yang berkilau diterpa cahaya matahari yang menyelinap di sudut-sudut ruangan.
Sejak Senin (9/8) gedung tempat pelantikan, menurut Sekretaris DPRD, Nasral Anas dipercantik guna prosesi pelantikan Irwan Prayitno dan Muslim Kasim.
“Ini sudah sejak Senin kami persiapkan,” katanya menjawab Singgalang.
Untuk kedua kalinya, garasi itu akan menjadi saksi sejarah pelantikan Gubernur Sumbar. Sebelumnya, Gubernur Marlis Rahman juga dilantik di tempat yang sama menggantikan karibnya, H. Gamawan Fauzi yang ‘naik jabatan’ menjadi Mendagri. Tepatnya 7 Desember 2009.
Walau pada PP Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di provinsi, gubernur dilantik presiden, tapi sepertinya untuk pelantikan ini masih tetap dilakukan Mendagri, Gamawan Fauzi.
“Kalau presiden tidak bisa, kan masih tetap bisa diwakilkan kepada Menteri Dalam Negeri,” sebut Ketua DPRD, Yulteknil. SK Presiden sudah diterima DPRD Sumbar. SK tersebut bernomor: 89/P/2010 tertanggal 12 Agustus 2010.
Pada prosesi pelantikan, rencananya akan dihadiri tidak hanya mantan Gubernur Sumbar seperti Harun Zain, Azwar Anas, Hasan Basri Durin, dan lainnya, tapi juga para perantau Minang. Undangan lainnya, anggota DPR-RI, DPD RI, dan para menteri yang berasal dari Minangkabau. Tak ketinggalan, para calon gubernur yang bertarung dalam Pilkada lalu.
“Rencananya akan ada sekitar dua ribu undangan yang menghadiri acara itu,” katanya.
Nasral meyakini jumlah itu masih dapat tertampung, meski hanya di garase dan parkiran gedung DPRD. Pengamanan melibatkan jajaran kepolisian dari Polda Sumbar, Satpol PP dan Dishub Sumbar.
Irwan Prayitno merupakan gubernur pertama Sumbar dari partai politik. Sebelumnya, semua gubernur orang profesional dan birokrat. Di kalangan rumah bagonjong, muncul kekhawatiran, perubahan gaya pemerintahan.
“Mudah-mudahan saja tidak,” kata sebuah sumber. PNS di sana takut terjadi, gadang lo rarau urang manjanguak dari urang kamatian.

Pesisir Selatan File

Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu dari 19kabupaten/kota di Propinsi Sumatra Barat, dengan luas wilayah 5.749,89 Km2.Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan terletak di bagian selatan Propinsi SumatraBarat, memanjang dari utara ke selatan dengan Panjang garis pantai 234 Km.

Kabupaten Pesisir Selatan, sebelah utara berbatasan denganKota Padang, sebelah timur dengan Kabupaten Solok dan Propinsi Jambi, sebetahselatan dengan Propinsi Bengkutu dan sebelah barat dengan Samudera Indonesia.

PendudukKabupaten Pesisir Selatan tahun 2008 berjumlah433.181 jiwa (213.462 jiwalaki-laki dan 219.719 jiwa perempuan). Terdiri denganjumlah KK 97.978 dan 30.649KK adalah penduduk miskin (50%). Dibandingkan padatahun 2007 jumlah KK miskindi Kab. Pesisir Selatan tahun 2008 terjadi penurunansebesar 16 %. Dengan lajuPertembuhan penduduk sebesar 1,29 % pertahun. Wilayah administrasi pemerintahan terdiriatas 12 kecamatan dan 76 nagari. Sebagian besar penduduk Pesisir Selatanbergantung pada sektor pertanian tanaman pangan, perikanan dan perdangan.Sementara sumber daya potensial lainnya adalah pertambangan, perkebunan danpariwisata.

Sektor perkebunan terutama perkebunan sawit mulai berkembangpesat sejak sepuluh tahun terakhir, yang berlokasi di Kecamatan Pancung Soal,Basa Ampek Balai dan Lunang Silaut. Melibatkan beberapa investor nasionaldengan pola perkebunan inti dan plasma. Sebuah industri pengota minyak sawitCPO kini sudah berdiri di Kec. Pancung Soat, dengan kapasitas produksi sebesar4.000 ton per hari.

Pesisir Selatan memiliki panorama alam yang cukup cantik danmempesona. Kawasan Mandeh misalnya, sekarang kawasaan wisata ini olehpemerintah pusat masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional(RIPPNAS) mewakili kawasan barat Indonesia.

Kawasan wisata potensial lainnya adalah Jembatan Akar, WaterPall Bayang Sani, Cerocok Beach Painan, Bukit Langkisau, Nyiur Melambai sertasejumlah objek wisata sejarah, seperti Pulau Cingkuak (Cengco), PeninggalanKerajaan Inderapura dan Rumah Gadang Mandeh Rubiah Lunang.

Bila semua potensi pariwisata Pesisir Selatan tersebut dapatdiekelola secara profesional tentu akan jadi sumber PAD andalan daerah di masamendatang. Untuk itu pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan membuka diri selebarlebarnya kepada investor yang berminat menanamkan modalnya di daerah ini.

Tempat Pemandian PesSel Diserbu Pengunjung Balimau

Objek wisata tempat pemandian dibeberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) di Pessel diserbu pengunjung dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun diluar Pessel melakukan tradisi balimau memasuki bulan suci Ramadhan 1431 H, Selasa (10/8).

Objek wisata pemandian itu misalnya, Batu Kudo Taluk di Kecamatan Batangkapas, Timbulun Painan Kecamatan IV Jurai, Bayang Sani, Jembatan Akar Kecamatan Bayang Utara dan sebagainya.

Pantauan pesisirselatan.go.id di objek wisata pemandian Batu Kudo Taluk, puluhan pengunjung telah mulai memadati jalan kampung menuju tempat pemandian yang terletak sekitar 4 kilometer dari jalan raya pasar Taluk itu. Mereka datang dengan menaiki kenderaan roda 2 dan 4 dari berbagai daerah.

Pengunjung mayoritas usia 15 – 25 tahun. Diantara mereka membawa tas punggung (ransel) yang syarat padat isinya pakaian dan makanan.

Yudi (20) seorang pengunjung tempat Pemandian Batu Kudo Taluk mengatakan, acara balimau ini sudah merupakan bagian dari kehidupan para pemuda pemudi di kabupaten ini ketika akan memasuki bulan puasa. Mereka datang dari Kambang Kecamatan Lengayang bersama rombongan dengan menaiki mobil pick up.

Sejak usianya beranjak remaja, kegiatan balimau pergi bersama rombongan dengan menaiki mobil pick up yang biasa disebut berkompoy itu baru 3 kali dilakukannya. Menurutnya, seseorang merasakan hina dari kawan-kawan yang lain jika tidak ikut kompoy untuk balimau ini. Karena pemuda pemudi yang tidak ikut kompoy itu atau yang balimau hanya dirumah, mereka dianggap orang yang tidak memiliki uang (miskin).

Beda dengan Meri (17) pengunjung objek wisata Jembatan Akar. Dia datang bersama keluarganya ke Jembatan Akar dari Bukittinggi karena ingin melihat keindahan jembatan Akar yang disebut-sebut banyak orang selama ini.

Pengakuannya, ditempat itu, mereka tidak hanya dapat menikmati indahnya alam dan keunikan jembatan akar, sambil bersenda gurau bersama keluarga, dirinya juga menikmati sejuknya air yang mengalir deras dibawah pohon rindang tempat berpegangnya jembatan Akar